|
bianglala itu menembus awan untuk putarannya yang kesekian kalinya, rodanya berputar dengan percepatan yang sangat lambat mengizinkan kita untuk menuai apa yang telah kita cita-citakan sebelumnya atau bahkan menuliskan kembali impian untuk meraih langit yang lebih tinggi. sesekali enggan rasanya untuk menoleh kebawah mengulang perjalanan yang mungkin tak pernah kita inginkan, tapi kadang lajunya bagai roller coaster terhebat didunia ketika kita menyentuh suatu titik tertinggi, tiba-tiba saja meluncur dengan percepatan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. berkelok-kelok, menukik, dan menutar.
derit rodanya memekakan telinga seperti jeritan makhluk yang tercabut nyawanya. percikan api karena rem yang tak mampu lagi menahan lajunya membuat cerita lain lagi yang kadang menjadi ledakan dahsyat menimbulkan bola-bola api yang tidak hanya membuat hangus semuanya sebelum bianglala itu menyentuh titik terendah pencapaian, tapi juga memporak-porandakan lintasan yang telah kita tentukan sebelumnya semuanya berhamburan, beterbangan ke segala arah menjadi partikel-partikel terkecil yang kasat mata kemudian bersenyawa dengan ruang dan waktu menyisakan kepulan awan hitam yang menyesakkan namun perlahan juga menghilang sehingga semuanya seolah tak pernah terjadi bahkan tak ada seorangpun yang dapat mengingatnya. yang ada hanya tangisan dan ratapan dengan tetesan air mata yang sudah kering. apakah ceritanya sampai disitu saja? oh tentu tidak kawan! karena itu hanya satu penggalan yang mungkin biasa kau dengarkan, kadang bianglala itu berhasil menyentuh tanah.
namun sayangnya itulah awal dari perjalanan berikutnya karena kecepatan yang sangat dahsyat sehingga bumi pun tak sanggup menahan lajunya maka kemudian dengan arahnya yang sudah terseok-seok sekarang justru menghujam bumi dengan kecepatan yang seolah tak pernah berkurang sedikitpun yang tentu saja diawalin dengan benturan hebat ketika menghantam bumi menimbulkan satu ledakan yang dahsyat lagi. menembus lapisan bumi hingga kebatas terdalam menembus magma bumi yang secara perlahan melumat dan melelehkan semuanya tanpa kecuali. disini tak ada tangis, rintihan ataupun ratapan karena semua telah melebur menjadi apa kita sebelum penciptaan. kembali ke keadaan semula sebelum segala kejadian.
hening...
kenapa?.. kenapa kau menangis? apakah semuanya mengingatkan apa yang baru saja kau alami?.. iyahh hidup, hidupnya yang katanya penuh dengan persoalan yang kadang rithme nya tak pernah kau pahami?..
hey kawan! hidup ini memang bagaikan roller coaster jika kamu menginginkannya begitu atau hanya sebuah bianglala raksasa itu juga jika kamu menganggapnya seperti itu. tapi begini.. aku kasih tahu rahasianya sadar atau tanpa sadar karena kamu menginginkannya seperti itu dari awal memang kau merencanakannya seperti itu walaupun mungkin kau tak pernah menyadarinya. dan jangan pernah menyalahkan siapapun atas apa yang sekarang terjadi karena ini hidupmu bukan? kamu tuannya dan kamu sendiri yang menjalaninnya.. sedangkan mereka hanyalah bagian kecil dari semua rencana yang ada, walaupun kadang terlihat berperan penting dalam perjalananmu namun tetap saja semuanya tergantung darimu si penulis skenario.
"bagaimana denganmu, maksudku hidupmu?!", tanyanya dengan nada mengancam.
"Aku?.... "
bukankah sudah kubilang padamu, dengan begini adanya hidup ini sudahlah sempurna maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?! karena setiap yang kuinginkan mereka ada bahkan cukup kupikirkan saja. maka dari itu rencanakan semuanya dengan benar jangan kau menyesali ketika semuanya sudah terjadi. cukup kau tanyakan pada hatimu dan jawab dengan sungguh-sungguh "APA YANG KU INGINKAN?" iyah benar "APA YANG BENAR-BENAR KU INGINKAN?". tulis, jiwai, hayati, visualisasikan dan action! kemudian biarkan semua terwujud secara perlahan dan jangan pernah sedikitpun kau ragu karena itu hanya akan membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan tak terselesaikan!.
|